Berita Terkini

LUAR BIASA: Seribu Penyandang Disabilitas Sidoarjo Berpartisipasi Aktif di Pilkada 2024

KPU SIDOARJO: Meski mengalami keterbatasan fisik namun masih cukup banyak para penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang tetap berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 ini. Koordinator Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Sidoarjo, Mukhamad Yasin yang ditemui di ruang kerjanya Jumat (06/12/2024) pagi tadi mengatakan ada 1.075 orang penyandang disabilitas yang menggunakan hak politiknya. Dari jumlah itu 581 orang diantaranya adalah laki-laki dan 494 perempuan. “Dari data yang ada dan yang ditampilkan di forum rapat pleno rekap suara tingkat kabupaten kemarin, sebagian besar diantara penyandang disabilitas itu berasal dari wilayah kecamatan Krembung, yakni sebanyak 181 orang,” jelasnya.  Lalu di Kecamatan Waru ada 102 orang penyandang disabilitas yang datang dan memilih di TPS terdekat. Sebaran yang cukup besar dari para penyandang disabilitas ini juga terdapat di kecamatan Balongbendo sebanyak 97 orang, lalu kecamatan Sidoarjo dengan catatan 94 orang, Kecamatan Taman dengan 85 orang dan Wonoayu dengan 84 orang. Lebih lanjut Yasin mengatakan tingkat partisipasi para penyandang disabilitas dalam even pemilihan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan calon Bupati/Wakil Bupati Sidoarjo ini mencapai 18,36% dari nama-nama mereka yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Di DPT Pilkada 2024 ini ada sebanyak 5.855 orang penyandang disabilitas yang terdaftar. Adapun rinciannya adalah yang mengidap cacat fisik sebanyak 2.023 orang. Lalu cacat intelektual sebanyak 444 orang,” terang mantan anggota Panwascam Prambon itu. Selanjutnya yang teridentifikasi mengalami cacat mental sebanyak 1.091 orang. Yang mengalami bisu atau tuna wicara sebanyak 1.495 orang. Sedangkan yang tuna rungu sebanyak 401 orang dan terakhir warga yang tuna netra sebanyak 401 orang.(parmaskpusda)

PERNIK PILKADA 2024: Tertinggi Tingkat Partisipasi Pilkada Diraih Krembung

KPU SIDOARJO: Kecamatan Krembung menjadi wilayah dengan tingkat partisipasi masyarakat tertinggi di Kabupaten Sidoarjo dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024 yang dilangsungkan 27 November lalu.  Dalam forum Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam Pilkada 2024 di Aula Kantor KPU Sidoarjo, Kamis (05/12/2024) pagi tadi disebutkan 81,67% dari 50.731 warga Kecamatan Krembung yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) datang ke TPS-nya masing-masing untuk memberikan suaranya. Posisi kedua diduduki Kecamatan Tarik dengan Tingkat kehadiran mencapai 79,9%. Posisi ketiga diduduki Kecamatan Prambon dengan capaian 79,1 % yang disusul Jabon 79,09%, lalu Wonoayu 79% dan Balongbendo yang tingkat partisipasinya menyentuh 77%. Kecamatan lainnya yang masyarakatnya cukup antusias untuk datang ke TPS adalah Tulangan dengan capaian 76%. Lalu disusul Candi yang mencacatkan angka 72%, Sedati 72%, Sukodono 70,91% dan kecamatan Porong dan Buduran yang sama berhasil mendatangkan 70 % warganya. Sedangkan lima kecamatan lain yang berada di posisi terbawah adalah Gedangan dengan capaian 68%, disusul Krian 68℅, lalu Kecamatan Taman 66,5% serta Kecamatan Sidoarjo dan Waru yang sama mencatatkan angka 62% untuk indeks kehadiran warga ke TPS. Meski begitu Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan Adim tetap bersyukur dengan catatan tingkat partisipasi Masyarakat dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Bupati/Wakil Bupati Sidoarjo 2024 yang di level Kabupaten terakumulasi menjadi 70,79% itu. “Tak pikir ini cukup fantastis ketika bisa bicara dengan sejarah-sejarah kemarin. Tahun 2020 lalu partisipasinya 71% tapi 3 calon. Dan capaian dalam pilkada 2024 ini insyaallah kita sudah melakukan semaksimal mungkin,” katanya. Atas dasar itu Fauzan pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kinerja yang dilakukan para anggota jajaran adhoc penyelenggara pilkada ini mulai level kecamatan hingga yang bertugas di semua TPS yang tersebar di seluruh penjuru kota delta.  “Terima kasih untuk semua anggota PPK, PPS dan juga KPPS atas kerja keras rekan-rekan semua. Mungkin mereka sampai tidak tidur semalaman menjelang pelaksanaan tahapan pungut hitung kemarin. Kalian semua adalah pahlawan demokrasi dengan semangat yang begitu besar. Tanpa teman-teman semua apalah artinya kami yang ada di sini,” katanya.  Selain itu, Fauzan juga menyampaikan ucapan terima kasihnya pada semua stakeholder Pemilu di Sidoarjo atas support sistem yang diberikan. Termasuk dukungan dari sisi anggaran dan regulasi sehingga pelaksanaan Pilgub Jatim dan pilbup Sidoarjo ini bisa berjalan dengan aman dan lancar.(parmaskpusda)

Begitu Selesai, KPU Sidoarjo Langsung Serahkan Dokumen Hasil Rekap Pilgub ke KPU Jatim

KPU SIDOARJO: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menyerahkan dokumen berita acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara (Tungsura)  pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) ke KPU Provinsi Jatim, Kamis (5/12) malam. Penyerahan dokumen itu disaksikan Komisioner Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Jatim dan Bawaslu Sidarjo.  KPU Sidoarjo sendiri menggelar rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupetan pada Kamis, mulai pukul 10.00.  Kegiatan rekap hasil pemungutan suara Pilkada 2024 berlangsung di ruang Aula KPU Sidoarjo ini disaksikan para saksi dan Liaison Officer (LO) pasanan calon (Paslon)  pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo. Hadir pula dari unsur Bawaslu, pihak kepolisian maupun TNI serta pengurus masing-masing partai pengusung Paslon Gubernur- Jatim maupun Paslon Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo. “Alhamdulillah,  rapat pleno rekapitulasi berjalan lancar. Tidak ada permasalahan yang berarti dan semua pihak telah menerima hasil dari rekapitulasi Pilkada di Sidoarjo,” kata Fauzan Adhim, Ketua KPU Sidoarjo, Kamis (5/12) malam. Pelaksanaan penghitungan perolehan suara sebagai tahapan Pilkada 2024 untuk tingkat kabupaten,--menyusul setelah tingkat kecamatan selesaini, hanya berlangsung 7 jam. Dengan kecermatan dan hati-hati sebagai langkah menghidari terjadi kesalahan, sidang pleno terbuka yang digelar KPU Sidoarjo telah berhasil menuntaskan penghitungan suara berdasarkan dokumen hasil rekap PPK seluruh Sidoarjo.  Di mana, Haidar Munjid, Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Sidoarjo, Haidar Munjid yang memimpin rapat pleno ini te tersebah memberikan waktu pada tiap-tiap PPK untuk membacakan hasil penghitungan suara hasil Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Bupati/Wakil Sidoarjo yang sudah mereka lakukan di kantor kecamatannya masing-masing. Pembacaan laporan kejadian khusus maupun hasil hitung suara pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) tersebut diawali Tarik, Prambon, Krembung, Porong, Jabon dan Kecamatan Tanggulangin. Berikutkan dilanjutkan dengan pembacaan hasil Pilkada oleh PPK Candi, Sidoarjo, Tulangan, Wonoayu, Krian dan Balongbendo. Lalu enam PPK terakhir yang membacakan laporan dan hasil rekapitulasinya adalah Kecamatan Taman, Sukodono, Buduran Gedangan, Sedati dan Kecamatan Waru. Hingga pada finalisasinya, semua saksi dari Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo menerima laporan hasil rekapitulasi tersebut. Termasuk para komisioner Bawaslu ikut hadir dalam acara tersebut sama sekali tak mengajukan keberatan atas hasil penghitungan suara yang dilakukan badan adhoc KPU Sidoarjo, mulai dari level TPS, PPS (desa) maupun PPK (kecamatan) hingga finalnya tingkat kabupaten. Seluruh rangkaian acara tersebut akhirnya ditutup dengan seremoni penandatanganan berita acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam Pilkada 2024 oleh para saksi paslon dan komisioner KPU. Selanjutnya khusus dokumen  hasil rekapitulasi Tungsura untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim, langsung diserahkan KPU Kabupaten Sidoarjo ke KPU Provinsi jatim. Penyerahan dokumen dilakukan Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan Adhim didampingi empat anggota komisoner lainya dan Sekretaris KPU Sidoarjo, Sulaiman. Ikut menyaksikan  Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI, Puadi yang didampingi Kordiv Hukum-Diklat Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta. Tampak ikut dalam rombongan tersebut Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha bersama para komisioner Bawaslu Sidoarjo lainnya. Diantaranya Fatur Rohman, Agisma Dwi Fastari dan Moehamad Arief. “Dengan penyerahan dokumen hasil rekapitulasi pemilihan Gubernur Jatim ini, juga menandai selesainya penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten,” kata Fauzan Adhim. (parmaskpusda)

Lancar Tanpa Keberatan, KPU Sidoarjo Tuntaskan Rekap Tungsura Pilkada 2024

KPU SIDOARJO: Dalam tempo waktu 7 jam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Sidoarjo telah menuntaskan seluruh proses Rekapitulasi Penghitungan Suara (Tungsura)  Tingkat Kabupaten hasil pemungutan suara Pilkada 2024, pada Kamis (05/12). Sidang pleno terbuka Rekapitulasi Tungsura berlangsung di ruang Aula KPU Sidoarjo ini dimulai pukul 10.00 diikuti seluruh saksi dari Paslon pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo.  Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Sidoarjo, Haidar Munjid yang memimpin rapat pleno tersebut memberikan waktu pada tiap-tiap PPK untuk membacakan hasil penghitungan suara hasil Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Bupati/Wakil Sidoarjo yang sudah mereka lakukan di kantor kecamatannya masing-masing. Pembacaan laporan kejadian khusus maupun hasil hitung suara pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) tersebut diawali Tarik, Prambon, Krembung, Porong, Jabon dan Kecamatan Tanggulangin. Berikutkan dilanjutkan dengan pembacaan hasil Pilkada oleh PPK Candi, Sidoarjo, Tulangan, Wonoayu, Krian dan Balongbendo. Lalu enam PPK terakhir yang membacakan laporan dan hasil rekapitulasinya adalah Kecamatan Taman, Sukodono, Buduran Gedangan, Sedati dan Kecamatan Waru. Seluruh rangkaian kegiatan Rekapitulasi Tungsura dilakukan di Aula Kantor KPU Sidoarjo, dimulai pukul 10.00, telah berlangsung lancar. Semua saksi yang dihadirkan dari pasangan-pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo menerima laporan hasil rekapitulasi tersebut. Termasuk para komisioner Bawaslu ikut hadir dalam acara tersebut sama sekali tak mengajukan keberatan atas hasil penghitungan suara yang dilakukan badan adhoc KPU Sidoarjo, mulai dari level TPS, PPS (desa) maupun PPK (kecamatan) hingga finalnya tingkat kabupaten. Seluruh rangkaian acara tersebut akhirnya ditutup dengan seremoni penandatanganan berita acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam Pilkada 2024 oleh para saksi paslon dan komisioner KPU. Adapun hasil Pemilihan Gubernur Jatim di Sidoarjo adalah, paslon nomer urut 1 (Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim) mendapatkan 78.400 suara. Paslon nomer urut 2 ( Khofifah Indar Parawansa-Emil E. Dardak) menuai 455.406 suara, dan paslon nomer urut 3 (Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar) meraih dukungan sebanyak 449.507 suara.  Haidar Munjid mengatakan Pilgub tersebut diikuti oleh 1.047.960 pemilih di Sidoarjo yang datang ke TPS. Dari jumlah tersebut 983.313 diantaranya dinyatakan sah. Sedangkan 64.647 surat suara lainnya dinyatakan tidak sah. Sementara itu untuk Pilbup Sidoarjo diikuti 1.045.175 orang penduduk kota delta yang datang ke TPS. Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan, 963.877 surat suara dinyatakan sah, sedangkan surat suara yang tidak sah sebanyak 81.298.  Dari jumlah itu, paslon nomer urut 1 (Subandi-Mimik Idayana) menuai dukungan masyarakat sebanyak 559.878 suara. Sedangkan kontestan bernomer urut 2 (Achmad Amir Aslichin-Edy Widodo) mendapatkan suara dari 403.999 warga Sidoarjo. (parmaskpusda)

PILKADA 2024: KPU Sidoarjo Mencatat 81 ribu Surat Suara Pilbup Sidoarjo Tidak Sah

KPU SIDOARJO – Sebanyak 1.035.184 pemilih telah menggunakan hak pilihnya dalam  pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo pada Pilkada 2024. Dari jumlah itu tercatat sebanyak 81.297 surat suara dinyatakan tidak sah. Demikian dikatakan Haidar Munjid, Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (5/12) siang. “Surat suara yang tidak sah itu, di antaranya karena karena tercoblos semua. Ada pula yang tidak tercoblos sama sekali, dan atau rusak karena dilubangi dengan alat lain,” ujarnya. Ditambahkan, jumlah surat suara yang tidak sah tersebut cukup besar. “Kalau tidak sahnya itu karena ketidaktahuan cara mencoblos, sepertinya koq tidak mungkin,” kata Haidar. Pasalnya metode pemungutan suara dengan cara mencoblos tanda gambar di surat suara sudah sangat sering dilakukan. Bahkan anak-anak muda yang baru pertama menggunakan hak politiknya untuk memilih calon pemimpin daerahnya pun pasti punya referensi yang cukup tentang tata cara pemungutan suara. Apalagi pihak KPU Sidoarjo sendiri juga kerap memberikan sosialisasi pada para pemilih pemula. Saat ditanya apakah fenomena itu lantaran para pemilih itu tak punya pilihan yang tepat meski sudah berada di balik bilik suara, mantan Ketua Bawaslu Sidoarjo itu tersenyum lebar. “Kemungkinan itu bisa saja,” tuturnya Namun terlepas dari data itu, pria yang selalu mengenakan topi tersebut mengaku bersyukur dengan capaian angka partisipasi publik dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024 ini. “Lumayan hanya terpaut nol koma sekian saja dibanding Pilkada lalu,” jelasnya. Jika di Pilkada 2020 silam, angka partipasi masyarakatnya mencapai 71%. Untuk tahun ini berada di angka 70,64% untuk Pemilihan Bupati/wakil bupati dan 70,79% yang memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur.  Mengaca pada data tersebut berarti warga Sidoarjo lebih antusias berpartisipasi dalam Pilgub ketimbang Pilbup. Katika hal itu ditanyakan, Haidar malah tertawa. “Kalau soal itu silahkan dianalisa sendiri,” pungkasnya.   (paskpusda)

PILKADA 2024: Tingkat Partisipasi Masyarakat Sidoarjo Capai 70 Persen

KPU SIDOARJO: Masyarakat Sidoarjo ternyata cukup antusias dalam pesta demokrasi untuk memilih Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Calon Bupati/Wakil Bupati Sidoarjo  yang pada 27 November 2024 kemarin. Meski sempat diguyur hujan di beberapa titik di wilayah Sidoarjo, tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada kali ini masih mencapai 70 %. Demikian dikatakan Fauzan Adhim, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, Rabu (4/12) siang. “Alhamdulilah, tingkat partisipasi masyarakat Sidoarjo pada  Pilkada Serentak ini sekitar 70 %. Untuk angka pastinya dan data lengkapnya saya sampaikan besok saja,” ujarnya. Lebih lanjut, Fauzan mengaku, capaian ini memang belum mencapai target yang ia patok sebelumnya, yakni 80%. Namun setidaknya angkanya tidak terpaut jauh dengan hasil pelaksanaan Pilkada 2020 lalu yang juga berada di kisaran 70%. “Nanti pasti akan kami evaluasi. Tapi secara umum kami bersyukur karena tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara sampai di level kecamatan sudah berlangsung dengan aman dan lancar sesuai yang kita harapkan bersama,” katanya. Selanjutnya, KPU Sidoarjo akan melaksanakan tahap rekapitulasi suara hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) level kabupaten yang bakal digelar di Aula KPU Sidoarjo pada Kamis, 4 Desember lusa. Di tahapan itu, KPU Sidoarjo akan merekap hasil Pilgub Jatim dan Pilbup Sidoarjo yang disampaikan PPK dari 18 kecamatan di kota delta. Jika tak ada protes dari saksi-saksi paslon, diperkirakan kegiatan ini akan tuntas pada hari itu juga. “Setelah itu kami ada waktu selama 14 hari untuk memberikan kesempatan pada paslon untuk menggugat proses maupun hasil Pilkada. Jika tidak ada, maka kami akan menggelar rapat pleno penetapan hasil Pilkada,” tambah Fauzan.(parmaskpusda)