Berita Terkini

Dua Komisioner KPU Sidoarjo Ikuti Rakor KPU RI Bahas P4H Pilkada 2024

KPU SIDOARJO : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo mengirim dua anggota komisionernya untuk menghadiri undangan KPU RI, untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor)  Persiapan Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil (P4H) Pilkada 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Koordinator Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Sidoarjo, Mukhamad Yasin mengatakan kegiatan itu diikuti para komisioner dari semua lembaga penyelenggara Pemilu di level Propinsi dan Kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Sesuai undangan yang kami terima, yang mengikuti acara tersebut adalah Komisioner yang memegang Divisi Hukum dan Pengawasan serta Divisi Teknis dan Penyelenggaraan,” ujarnya, Kamis (23/11) sore tadi. Untuk itu, pihaknya telah memberangkatkan Akhmad Nidhom dan Haidar Munjid, --sesuai jabatannya di struktural  KPU Sidoarjo. “Sesuai undangannya, kegiatan Rakor yang dilakukan di Hotel Grand Mercure Jakarta dan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis sampai Sabtu besok,” ujarnya. Sesuai dengan undangan, giat tersebut akan membahas persiapan KPU menghadapi sidang gugatan hasil Pilkada serentak 2024 ini. Informasi yang diperoleh dari laman resmi MK menyebutkan ada 274 gugatan terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah, hingga pendaftaran ditutup pada Rabu, 11 Desember pukul 23.59 WIB lalu. Dari jumlah itu 15 diantaranya adalah gugatan sengketa hasil Pemilihan Gubernur, sedangkan sisanya untuk pemilihan Bupati dan Walikota. Unuk wilayah Jawa Timur sendiri ada 13 gugatan. Yakni untuk Gubernur dan 12 gugatan lainnya untuk kabupaten/kota. Selain itu Yasin memperkirakan, di forum tersebut juga akan diberikan aturan untuk daerah yang sukses melaksanakan Pilkada tanpa disertai gugatan. Pasalnya, masih ada dua agenda lagi yang harus dilakukan KPU hingga tuntasnya seluruh tahapan pesta demokrasi ini. Yakni Penetapan Calon Terpilih dan Pengusulan Pengesahan Pengangkatan Calon Terpilih. “Jika mengacu pada Pilkada sebelumnya, MK akan mengirimkan surat resmi ke KPU RI yang kemudian diteruskan ke bawah secara bertingkat. Tapi karena Pilkada kali ini berbeda, jadi mungkin saja tata aturannya juga berbeda. Mungkin itu yang akan dibahas juga di forum tersebut,” pungkas Yasin.(parmaskpusda)

MUKHAMAD YASIN: Komisioner KPU yang Merintis Karier Mulai KPPS

KPU SIDOARJO: Keterlibatan Mukhamad Yasin dalam urusan penyelenggaraan pesta demokrasi bisa dibilang mulai dari level paling bawah. ‘Karier’ di bidang ini dia rintis dari posisi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Saya jadi KPPS itu waktu Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jatim tahun 2013 lalu,” kata wong asli Prambon yang lahir pada 28 Agustus 1978 itu mengenang masa lalunya. Posisi pemangku TPS itu juga dilakoninya pada penyelenggaraan Pemilu pada 2014  dan berlanjut di Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo pada 2015. Anak bungsu dari 2 bersaudara itupun naik kelas di perhelatan Pilgub Jatim pada 2018. Di momen tersebut Yasin terpilih menjadi Panitia Pengawas Lapangan (PPL) di Desa Pejangkungan Kecamatan Prambon yang merupakan bagian dari Panwaslu Sidoarjo.  Posisi yang kemudian berganti nama menjadi Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) itu ia pertahankan di gelaran Pileg dan Pilpres yang dilaksanakan serempak pada 2019 lalu. Putra tukang bangunan dan buruh tani itupun terus menapak naik di anak tangga kariernya saat pelaksanaan Pilbup Sidoarjo 2020 silam. “Waktu itu saya terpilih menjadi menjadi anggota Panwascam Prambon. Lanjut di Pileg dan Pilpres pada Februari 2024 lalu, Alhamdulillah saya dipercaya jadi ketua,” kisah lelaki yang tumbuh dalam kehidupan keluarganya yang sangat sederhana itu. Berbakal pengalamannya itulah, Yasin pun mencoba peruntungannya dengan mendaftar sebagai calon anggota KPU Sidoarjo. Untuk itu ia harus menghadapi serangkaian tes yang digelar panitia seleksi kandidat komisioner Lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. “Dan Alhamdulillah saya terpilih dan dilantik pada  13 Juni 2024 lalu,” tambah Yasin yang punya kegiatan sampingan sebagai pengusaha bidang kuliner. Gaya pembawaannya yang santun dan mudah akrab dengan siapa saja membuatnya dipercaya untuk menggawangi Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas.  "Dunia pemilu itu sangat menarik dan penuh dengan dinamika, baik dari segi teknis maupun non teknis. Dan ketika bertemu banyak orang di lapangan dengan bermacam-macam latarbelakang, terutama pada saat sosialisasi adalah tantangan yang menarik," pungkas Yasin.(parmaskpusda)

Pilkada Sidoarjo Dipastikan Berakhir Tanpa Gugatan

KPU SIDOARJO: Perhelatan Pilkada Serentak 2024 di Sidoarjo dipastikan berakhir tanpa adanya Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Gubernur/Wakil Gubernur maupun Bupati/Wakil Bupati atau gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sidoarjo, Akhmad Nidhom mengatakan sampai hari ini, belum ada register permohonan PHP yang masuk ke MK. “Tiap jam saya ngecek dan Alhamdulillah tidak ada,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (11/12) pagi tagi. Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan Keputusan KPU No 1871/2024, batas waktu pengajuan PHP tersebut dimulai sejak penetapan hasil Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo yang dilakukan pada 5 Desember hingga Selasa pukul 24.00. “Kalau sekarang belum mengajukan, berarti sudah lewat batas waktu yang ditentukan,” tandas Nidhom. Sementara itu saat dihubungi terpisah, Koordinator Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Sidoarjo, Mukhamad Yasin menambahkan dengan tidak adanya sengketa hasil Pilkada tersebut, pihaknya bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni Penetapan Pasangan Calon Terpilih. “Sesuai tahapannya, tinggal penetapan Paslon Bupati-Wakil Bupati terpilih dalam Pilkada 2024,” tegasnya,. Tentang waktu pelaksanaannya, Yasin menjelaskan mengacu pada PKPU No 2/2024 tentang tahapan dijelaskan penetapan paslon terpilih itu bisa dilakukan paling lama lima hari setelah Mahkamah Konstitusi secara resmi memberitahukan permohonan yang tercatat dalam buku rergistrasi perkara konstitusi pada KPU. Sebelumnya, pihaknya tentunya mengajukan surat permohonan ke MK terkait dengan tidak adanya permohonan sengketa dari pihak Paslon. Selanjutnya pihak MK akan mengeluarkan surat bukti registrasi perkara konstitusi (BRPK) yang menunjukkan tidak adanya sengketa hukum dalam hasil Pilkada 2024 di Sidoarjo.  Berdasarkan surat BRPK dari MK inilah menjadi landasan bagi KPU Sidoarkjo dalam menetakpan Paslon Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi Tungsura Pilkada 2024. Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kabupetan yang dilakukan KPU Sidoarjo menyebutkan untuk pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo yang dinyatakan sah sebanyak 963.877 surat suara, sedangkan tidak sah berjumlah 81.298 surat suara.  Dari jumlah itu, paslon nomer urut 1 (Subandi-Mimik Idayana) menuai dukungan masyarakat sebanyak 559.878 suara. Sedangkan kontestan bernomer urut 2 (Achmad Amir Aslichin-Edy Widodo) mendapatkan suara dari 403.999 warga Sidoarjo. Sementara itu data yang diambil dari KPU Jatim menyebutkan permohonan PHP yang masuk ke meja MK dalam pelaksanaan Pilkada di Jatim diantaranya berasal dari Kabupaten Magetan, Ponorogo, Bangkalan, Banyuwangi, Gresik, Malang, Nganjuk, Pamekasan, Bondowoso, Lamongan, Tulungagung dan Kota Blitar.(parmaskpusda)

Soal Partisipasi dalam Pilkada 2024 di Sidoarjo, Perempuan Juaranya

KPU SIDOARJO: Kaum Hawa tetap menjadi kelompok masyarakat yang paling aktif datang ke TPS dan memberikan hak pilihnya dalam perhelatan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2024 yang digelar di Kabupaten Sidoarjo pada 27 November lalu. Berdasarkan data yang disampaikan di forum Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tingkat kabupaten yang berlangsung kemarin, jumlah pengguna hak pilih dari berbagai skema pendaftaran sebanyak 1.045.174 orang dengan rincian 490.861 laki-laki dan 554.313 perempuan. Skema pendaftaran yang dimaksud ada tiga item. Yang pertama adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) lalu DPT Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih khusus (DPk) yang mengajukan pindah lokasi memilih di hari pemungutan suara. Dalam DPT, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 728.795 orang sedangkan kaum perempuan berjumlah 750.551 orang. Adapun yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.041.448 dengan rincian pria 488.891 orang atau 67,08%, sedangkan kaum hawa yang datang ke TPS sebanyak 552.557 orang atau 73,62%. Di kolom DPTb, jumlah pengguna hak pilihnya sebanyak 553 orang yang terdiri dari 334 pria dan 199 orang wanita. Lalu pengguna hak pilih yang namanya tercantum dalam DPk adalah 1.636 laki-laki dan 1.557 perempuan yang jika ditotal berjumlah 3193 orang.(Parmaskpusda)

LUAR BIASA: Seribu Penyandang Disabilitas Sidoarjo Berpartisipasi Aktif di Pilkada 2024

KPU SIDOARJO: Meski mengalami keterbatasan fisik namun masih cukup banyak para penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang tetap berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 ini. Koordinator Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Sidoarjo, Mukhamad Yasin yang ditemui di ruang kerjanya Jumat (06/12/2024) pagi tadi mengatakan ada 1.075 orang penyandang disabilitas yang menggunakan hak politiknya. Dari jumlah itu 581 orang diantaranya adalah laki-laki dan 494 perempuan. “Dari data yang ada dan yang ditampilkan di forum rapat pleno rekap suara tingkat kabupaten kemarin, sebagian besar diantara penyandang disabilitas itu berasal dari wilayah kecamatan Krembung, yakni sebanyak 181 orang,” jelasnya.  Lalu di Kecamatan Waru ada 102 orang penyandang disabilitas yang datang dan memilih di TPS terdekat. Sebaran yang cukup besar dari para penyandang disabilitas ini juga terdapat di kecamatan Balongbendo sebanyak 97 orang, lalu kecamatan Sidoarjo dengan catatan 94 orang, Kecamatan Taman dengan 85 orang dan Wonoayu dengan 84 orang. Lebih lanjut Yasin mengatakan tingkat partisipasi para penyandang disabilitas dalam even pemilihan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan calon Bupati/Wakil Bupati Sidoarjo ini mencapai 18,36% dari nama-nama mereka yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Di DPT Pilkada 2024 ini ada sebanyak 5.855 orang penyandang disabilitas yang terdaftar. Adapun rinciannya adalah yang mengidap cacat fisik sebanyak 2.023 orang. Lalu cacat intelektual sebanyak 444 orang,” terang mantan anggota Panwascam Prambon itu. Selanjutnya yang teridentifikasi mengalami cacat mental sebanyak 1.091 orang. Yang mengalami bisu atau tuna wicara sebanyak 1.495 orang. Sedangkan yang tuna rungu sebanyak 401 orang dan terakhir warga yang tuna netra sebanyak 401 orang.(parmaskpusda)

PERNIK PILKADA 2024: Tertinggi Tingkat Partisipasi Pilkada Diraih Krembung

KPU SIDOARJO: Kecamatan Krembung menjadi wilayah dengan tingkat partisipasi masyarakat tertinggi di Kabupaten Sidoarjo dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024 yang dilangsungkan 27 November lalu.  Dalam forum Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam Pilkada 2024 di Aula Kantor KPU Sidoarjo, Kamis (05/12/2024) pagi tadi disebutkan 81,67% dari 50.731 warga Kecamatan Krembung yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) datang ke TPS-nya masing-masing untuk memberikan suaranya. Posisi kedua diduduki Kecamatan Tarik dengan Tingkat kehadiran mencapai 79,9%. Posisi ketiga diduduki Kecamatan Prambon dengan capaian 79,1 % yang disusul Jabon 79,09%, lalu Wonoayu 79% dan Balongbendo yang tingkat partisipasinya menyentuh 77%. Kecamatan lainnya yang masyarakatnya cukup antusias untuk datang ke TPS adalah Tulangan dengan capaian 76%. Lalu disusul Candi yang mencacatkan angka 72%, Sedati 72%, Sukodono 70,91% dan kecamatan Porong dan Buduran yang sama berhasil mendatangkan 70 % warganya. Sedangkan lima kecamatan lain yang berada di posisi terbawah adalah Gedangan dengan capaian 68%, disusul Krian 68℅, lalu Kecamatan Taman 66,5% serta Kecamatan Sidoarjo dan Waru yang sama mencatatkan angka 62% untuk indeks kehadiran warga ke TPS. Meski begitu Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan Adim tetap bersyukur dengan catatan tingkat partisipasi Masyarakat dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Bupati/Wakil Bupati Sidoarjo 2024 yang di level Kabupaten terakumulasi menjadi 70,79% itu. “Tak pikir ini cukup fantastis ketika bisa bicara dengan sejarah-sejarah kemarin. Tahun 2020 lalu partisipasinya 71% tapi 3 calon. Dan capaian dalam pilkada 2024 ini insyaallah kita sudah melakukan semaksimal mungkin,” katanya. Atas dasar itu Fauzan pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kinerja yang dilakukan para anggota jajaran adhoc penyelenggara pilkada ini mulai level kecamatan hingga yang bertugas di semua TPS yang tersebar di seluruh penjuru kota delta.  “Terima kasih untuk semua anggota PPK, PPS dan juga KPPS atas kerja keras rekan-rekan semua. Mungkin mereka sampai tidak tidur semalaman menjelang pelaksanaan tahapan pungut hitung kemarin. Kalian semua adalah pahlawan demokrasi dengan semangat yang begitu besar. Tanpa teman-teman semua apalah artinya kami yang ada di sini,” katanya.  Selain itu, Fauzan juga menyampaikan ucapan terima kasihnya pada semua stakeholder Pemilu di Sidoarjo atas support sistem yang diberikan. Termasuk dukungan dari sisi anggaran dan regulasi sehingga pelaksanaan Pilgub Jatim dan pilbup Sidoarjo ini bisa berjalan dengan aman dan lancar.(parmaskpusda)