Berita Terkini

Begitu Selesai, KPU Sidoarjo Langsung Serahkan Dokumen Hasil Rekap Pilgub ke KPU Jatim

KPU SIDOARJO: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo menyerahkan dokumen berita acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara (Tungsura)  pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) ke KPU Provinsi Jatim, Kamis (5/12) malam. Penyerahan dokumen itu disaksikan Komisioner Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Jatim dan Bawaslu Sidarjo.  KPU Sidoarjo sendiri menggelar rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupetan pada Kamis, mulai pukul 10.00.  Kegiatan rekap hasil pemungutan suara Pilkada 2024 berlangsung di ruang Aula KPU Sidoarjo ini disaksikan para saksi dan Liaison Officer (LO) pasanan calon (Paslon)  pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo. Hadir pula dari unsur Bawaslu, pihak kepolisian maupun TNI serta pengurus masing-masing partai pengusung Paslon Gubernur- Jatim maupun Paslon Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo. “Alhamdulillah,  rapat pleno rekapitulasi berjalan lancar. Tidak ada permasalahan yang berarti dan semua pihak telah menerima hasil dari rekapitulasi Pilkada di Sidoarjo,” kata Fauzan Adhim, Ketua KPU Sidoarjo, Kamis (5/12) malam. Pelaksanaan penghitungan perolehan suara sebagai tahapan Pilkada 2024 untuk tingkat kabupaten,--menyusul setelah tingkat kecamatan selesaini, hanya berlangsung 7 jam. Dengan kecermatan dan hati-hati sebagai langkah menghidari terjadi kesalahan, sidang pleno terbuka yang digelar KPU Sidoarjo telah berhasil menuntaskan penghitungan suara berdasarkan dokumen hasil rekap PPK seluruh Sidoarjo.  Di mana, Haidar Munjid, Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Sidoarjo, Haidar Munjid yang memimpin rapat pleno ini te tersebah memberikan waktu pada tiap-tiap PPK untuk membacakan hasil penghitungan suara hasil Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Bupati/Wakil Sidoarjo yang sudah mereka lakukan di kantor kecamatannya masing-masing. Pembacaan laporan kejadian khusus maupun hasil hitung suara pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) tersebut diawali Tarik, Prambon, Krembung, Porong, Jabon dan Kecamatan Tanggulangin. Berikutkan dilanjutkan dengan pembacaan hasil Pilkada oleh PPK Candi, Sidoarjo, Tulangan, Wonoayu, Krian dan Balongbendo. Lalu enam PPK terakhir yang membacakan laporan dan hasil rekapitulasinya adalah Kecamatan Taman, Sukodono, Buduran Gedangan, Sedati dan Kecamatan Waru. Hingga pada finalisasinya, semua saksi dari Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo menerima laporan hasil rekapitulasi tersebut. Termasuk para komisioner Bawaslu ikut hadir dalam acara tersebut sama sekali tak mengajukan keberatan atas hasil penghitungan suara yang dilakukan badan adhoc KPU Sidoarjo, mulai dari level TPS, PPS (desa) maupun PPK (kecamatan) hingga finalnya tingkat kabupaten. Seluruh rangkaian acara tersebut akhirnya ditutup dengan seremoni penandatanganan berita acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam Pilkada 2024 oleh para saksi paslon dan komisioner KPU. Selanjutnya khusus dokumen  hasil rekapitulasi Tungsura untuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim, langsung diserahkan KPU Kabupaten Sidoarjo ke KPU Provinsi jatim. Penyerahan dokumen dilakukan Ketua KPU Sidoarjo, Fauzan Adhim didampingi empat anggota komisoner lainya dan Sekretaris KPU Sidoarjo, Sulaiman. Ikut menyaksikan  Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI, Puadi yang didampingi Kordiv Hukum-Diklat Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta. Tampak ikut dalam rombongan tersebut Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha bersama para komisioner Bawaslu Sidoarjo lainnya. Diantaranya Fatur Rohman, Agisma Dwi Fastari dan Moehamad Arief. “Dengan penyerahan dokumen hasil rekapitulasi pemilihan Gubernur Jatim ini, juga menandai selesainya penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten,” kata Fauzan Adhim. (parmaskpusda)

Lancar Tanpa Keberatan, KPU Sidoarjo Tuntaskan Rekap Tungsura Pilkada 2024

KPU SIDOARJO: Dalam tempo waktu 7 jam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Sidoarjo telah menuntaskan seluruh proses Rekapitulasi Penghitungan Suara (Tungsura)  Tingkat Kabupaten hasil pemungutan suara Pilkada 2024, pada Kamis (05/12). Sidang pleno terbuka Rekapitulasi Tungsura berlangsung di ruang Aula KPU Sidoarjo ini dimulai pukul 10.00 diikuti seluruh saksi dari Paslon pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo.  Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Sidoarjo, Haidar Munjid yang memimpin rapat pleno tersebut memberikan waktu pada tiap-tiap PPK untuk membacakan hasil penghitungan suara hasil Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Bupati/Wakil Sidoarjo yang sudah mereka lakukan di kantor kecamatannya masing-masing. Pembacaan laporan kejadian khusus maupun hasil hitung suara pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) tersebut diawali Tarik, Prambon, Krembung, Porong, Jabon dan Kecamatan Tanggulangin. Berikutkan dilanjutkan dengan pembacaan hasil Pilkada oleh PPK Candi, Sidoarjo, Tulangan, Wonoayu, Krian dan Balongbendo. Lalu enam PPK terakhir yang membacakan laporan dan hasil rekapitulasinya adalah Kecamatan Taman, Sukodono, Buduran Gedangan, Sedati dan Kecamatan Waru. Seluruh rangkaian kegiatan Rekapitulasi Tungsura dilakukan di Aula Kantor KPU Sidoarjo, dimulai pukul 10.00, telah berlangsung lancar. Semua saksi yang dihadirkan dari pasangan-pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim maupun Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo menerima laporan hasil rekapitulasi tersebut. Termasuk para komisioner Bawaslu ikut hadir dalam acara tersebut sama sekali tak mengajukan keberatan atas hasil penghitungan suara yang dilakukan badan adhoc KPU Sidoarjo, mulai dari level TPS, PPS (desa) maupun PPK (kecamatan) hingga finalnya tingkat kabupaten. Seluruh rangkaian acara tersebut akhirnya ditutup dengan seremoni penandatanganan berita acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam Pilkada 2024 oleh para saksi paslon dan komisioner KPU. Adapun hasil Pemilihan Gubernur Jatim di Sidoarjo adalah, paslon nomer urut 1 (Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim) mendapatkan 78.400 suara. Paslon nomer urut 2 ( Khofifah Indar Parawansa-Emil E. Dardak) menuai 455.406 suara, dan paslon nomer urut 3 (Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar) meraih dukungan sebanyak 449.507 suara.  Haidar Munjid mengatakan Pilgub tersebut diikuti oleh 1.047.960 pemilih di Sidoarjo yang datang ke TPS. Dari jumlah tersebut 983.313 diantaranya dinyatakan sah. Sedangkan 64.647 surat suara lainnya dinyatakan tidak sah. Sementara itu untuk Pilbup Sidoarjo diikuti 1.045.175 orang penduduk kota delta yang datang ke TPS. Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan, 963.877 surat suara dinyatakan sah, sedangkan surat suara yang tidak sah sebanyak 81.298.  Dari jumlah itu, paslon nomer urut 1 (Subandi-Mimik Idayana) menuai dukungan masyarakat sebanyak 559.878 suara. Sedangkan kontestan bernomer urut 2 (Achmad Amir Aslichin-Edy Widodo) mendapatkan suara dari 403.999 warga Sidoarjo. (parmaskpusda)

PILKADA 2024: KPU Sidoarjo Mencatat 81 ribu Surat Suara Pilbup Sidoarjo Tidak Sah

KPU SIDOARJO – Sebanyak 1.035.184 pemilih telah menggunakan hak pilihnya dalam  pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo pada Pilkada 2024. Dari jumlah itu tercatat sebanyak 81.297 surat suara dinyatakan tidak sah. Demikian dikatakan Haidar Munjid, Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (5/12) siang. “Surat suara yang tidak sah itu, di antaranya karena karena tercoblos semua. Ada pula yang tidak tercoblos sama sekali, dan atau rusak karena dilubangi dengan alat lain,” ujarnya. Ditambahkan, jumlah surat suara yang tidak sah tersebut cukup besar. “Kalau tidak sahnya itu karena ketidaktahuan cara mencoblos, sepertinya koq tidak mungkin,” kata Haidar. Pasalnya metode pemungutan suara dengan cara mencoblos tanda gambar di surat suara sudah sangat sering dilakukan. Bahkan anak-anak muda yang baru pertama menggunakan hak politiknya untuk memilih calon pemimpin daerahnya pun pasti punya referensi yang cukup tentang tata cara pemungutan suara. Apalagi pihak KPU Sidoarjo sendiri juga kerap memberikan sosialisasi pada para pemilih pemula. Saat ditanya apakah fenomena itu lantaran para pemilih itu tak punya pilihan yang tepat meski sudah berada di balik bilik suara, mantan Ketua Bawaslu Sidoarjo itu tersenyum lebar. “Kemungkinan itu bisa saja,” tuturnya Namun terlepas dari data itu, pria yang selalu mengenakan topi tersebut mengaku bersyukur dengan capaian angka partisipasi publik dalam perhelatan Pilkada Serentak 2024 ini. “Lumayan hanya terpaut nol koma sekian saja dibanding Pilkada lalu,” jelasnya. Jika di Pilkada 2020 silam, angka partipasi masyarakatnya mencapai 71%. Untuk tahun ini berada di angka 70,64% untuk Pemilihan Bupati/wakil bupati dan 70,79% yang memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur.  Mengaca pada data tersebut berarti warga Sidoarjo lebih antusias berpartisipasi dalam Pilgub ketimbang Pilbup. Katika hal itu ditanyakan, Haidar malah tertawa. “Kalau soal itu silahkan dianalisa sendiri,” pungkasnya.   (paskpusda)

PILKADA 2024: Tingkat Partisipasi Masyarakat Sidoarjo Capai 70 Persen

KPU SIDOARJO: Masyarakat Sidoarjo ternyata cukup antusias dalam pesta demokrasi untuk memilih Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jatim dan Calon Bupati/Wakil Bupati Sidoarjo  yang pada 27 November 2024 kemarin. Meski sempat diguyur hujan di beberapa titik di wilayah Sidoarjo, tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada kali ini masih mencapai 70 %. Demikian dikatakan Fauzan Adhim, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, Rabu (4/12) siang. “Alhamdulilah, tingkat partisipasi masyarakat Sidoarjo pada  Pilkada Serentak ini sekitar 70 %. Untuk angka pastinya dan data lengkapnya saya sampaikan besok saja,” ujarnya. Lebih lanjut, Fauzan mengaku, capaian ini memang belum mencapai target yang ia patok sebelumnya, yakni 80%. Namun setidaknya angkanya tidak terpaut jauh dengan hasil pelaksanaan Pilkada 2020 lalu yang juga berada di kisaran 70%. “Nanti pasti akan kami evaluasi. Tapi secara umum kami bersyukur karena tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara sampai di level kecamatan sudah berlangsung dengan aman dan lancar sesuai yang kita harapkan bersama,” katanya. Selanjutnya, KPU Sidoarjo akan melaksanakan tahap rekapitulasi suara hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) level kabupaten yang bakal digelar di Aula KPU Sidoarjo pada Kamis, 4 Desember lusa. Di tahapan itu, KPU Sidoarjo akan merekap hasil Pilgub Jatim dan Pilbup Sidoarjo yang disampaikan PPK dari 18 kecamatan di kota delta. Jika tak ada protes dari saksi-saksi paslon, diperkirakan kegiatan ini akan tuntas pada hari itu juga. “Setelah itu kami ada waktu selama 14 hari untuk memberikan kesempatan pada paslon untuk menggugat proses maupun hasil Pilkada. Jika tidak ada, maka kami akan menggelar rapat pleno penetapan hasil Pilkada,” tambah Fauzan.(parmaskpusda)

KINERJA SIREKAP LANCAR: Rekapitulasi Tungsura Pilkada Sidoarjo Berjalan Cepat dan Akurat

KPU SIDOARJO ; Sejauh ini kinerja aplikasi Sirekap dalam rekapitulasi penghitungan suara (Tungsura) sistem digital untuk membantu memberikan informasi hasil yang cepat dan akurat pada Pilkada 2024 di Sidoarjo, telah berjalan lancar. Aplikasi Sirekap ini juga akan digunakan sebagai alat bantu pihak KPU Kabupaten Sidoarjo dalam melaksanakan sidang pleno rekapitulasi Tungsura pada Kamis (5/12) besok.   Demikian dikatakan Nasirudin Yahya, Koordinator Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (4/12) siang.  Dalam kinerjanya, lanjut dia, terdiri dari dua platform utama, yaitu Sirekap mobile berbasis android dan Sirekap website. Di mana, Sirekap mobile digunakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memotret formulir C, yang selanjutnya datanya dikirim ke server setelah divalidasi.  Data yang terkumpul dari setiap TPS kemudian diproses lebih lanjut menggunakan Sirekap website oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU Kabupaten/Kota, hingga KPU provinsi untuk rekapitulasi di masing-masing tingkatan.  “Penggunaan Sirekap sebagai alat bantu rekapitulasi suara membuat proses rekapitulasi berjalan cepat,” ujarnya. “Pembaruan versi SIREKAP meningkatkan akurasi data dan mengurangi potensi kesalahan pada pencatatan manual,” tambahnya. Lebih lanjut, Nasir mengungkapkan kembali bahwa implementasi Sirekap mobile dimulai di TPS,--di mana petugas KPPS memfoto hasil penghitungan suara C-Hasil menggunakan aplikasi Sirekap. Sehingga dapat tampil dalam Sirekap web yang di monitoring langsung secara berjenjang oleh PPK, KPU Kabuapten, hingga KPU RI.”Alhamdulillah Aplikasi sirekap saat pilkada ini berjalan lancar, Proses unggah data dari sirekap mobile tidak sampai 24 jam , semua data salinan C hasil telah diterima,” ujarnya. Pada Tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan dilakukan dengan alat bantu Sirekap Web, yang memungkinkan sinkronisasi data secara cepat dan efisien sebelum dilanjutkan ke tingkat kabupaten dan provinsi. Ditambahkan, bahwa kini SIREKAP telah terkoneksi dengan aplikasi data pemilih dan dilengkapi fitur 20 Guard Aritmatika untuk memastikan validitas dan keterhubungan angka. “Apabila angka yang diinput tidak sesuai, sistem akan memberikan peringatan untuk memperbaiki,” jelasnya.  Selain itu, lanjut dia, teknologi Optical Mark Recognition (OMR) dan Optical Character Recognition(OCR) yang digunakan memiliki akurasi tinggi. Sehingga tidak perlu repot melakukan entry, PPK hanya perlu mencermati data dari TPS berdasarkan Form C-Hasil. Tahapan Rekapitulasi tingkat kecamatan oleh PPK di Kabupaten Sidoarjo telah selesai sebelum batas akhir,--pada  3 Desember 2024. “Masyarakat dapat mengakses salinan C-Hasil di tingkat TPS serta D-Hasil di tingkat kecamatan. Nantinya juga hasil rekap tingkat kabupaten, dan provinsi melalui situs web resmi pilkada2024.kpu.go.id,” tegas Nasir. Pilkada serentak 2024 yang melibatkan partisipasi luas masyarakat bertujuan memilih kepala daerah untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Dengan dukungan teknologi seperti SIREKAP, diharapkan seluruh proses pemilu berjalan lancar, hasil diumumkan tepat waktu, dan tetap mengutamakan prinsip transparansi serta keadilan. Langkah KPU Kabupaten Sidoarjo, lanjut Nasir adalah sejalan dengan kebijakan KPU RI dalam memberikan informasi kepada publik tentang hasil pilkada dengan cepat dan akurat. Penggunaan Sirekap telah ditetapkan oleh KPU RI melalui Surat Keputusan Nomor 1591 Tahun 2024 sebagai aplikasi khusus untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.(parmaskpusda)

FAUZAN ADHIM: Ketua KPU Punya Hobi Observasi Hingga Terobsesi Menjadi Peneliti

KPU SIDOARJO:Selain suatu kewajaran, juga sudah menjadi keharusan seseorang harus mempunyai obsesi dalam menggapai masa depan yang terbaik bagi dirinya. Demikian pula yang dirancang Fauzan Adhim, Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo dalam menapaki kariernya ke depan dengan segala obsesinya.  “Saya sih, inginnya kuliah lagi. Saya kepingin ambil S2 di Unair (Universitas Airlangga Surabaya-red),” ujar Fauzan Adim, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (03/12) sore. “Ya, semoga bisa segera terwujud,” tambahnya. Putra asli Kangean Kabupaten Sumenep itu berniat menggunakan waktunya untuk menajamkan ilmu Sosiologi sebagaimana gelar Strata 1 yang didapatdari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta pada 2018 lalu. “Sepertinya masih mungkin, soalnya setelah Pilkada ini biasanya aktivitas di kantor tak terlalu sibuk. Mumpung tak terlalu banyak kerjaan, jadi lebih baik untuk belajar lagi di kampus sama sekalian les Bahasa Inggris,” imbuh anak bungsu dari tiga bersaudara itu sambil tersenyum lebar. Niat itu sendiri didasari obsesinya untuk menjadi peneliti jika nantinya sudah tak berkiprah lagi di lembaga penyelenggara Pemilu. Mengingat Fauzan sudah dua periode berkarya di KPU Sidoarjo. Meski begitu ia masih punya kesempatan untuk naik kelas ke level propinsi maupun nasional.  “Kalau soal itu saya nggak terlalu memikirkan, dilihat saja apa kata nanti. Tapi untuk saat ini saya koq tertarik untuk menekuni bidang penelitian,” tambah pria yang mengaku punya jiwa pemberontak sedari belia itu. Obyek penelitian yang disukainya adalah berbagai bentuk dan jenis perilaku manusia dengan segala keunikannya. “Menarik untuk melihat dan menganalisa tentang manusia dengan aneka macam tingkah dan polanya. Sejak dulu saya memang suka dengan sosiologi dan antropologi,” imbuh Fauzan. Karena itu aktivis GMNI yang pernah bekerja di salah satu kantor Kementerian di Jakarta itu mengaku sangat menikmati aktivitasnya di KPU Sidoarjo yang sudah dijalani hampir 6 tahun terakhir ini. “Disamping melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu sesuai aturan yang berlaku, saya juga mengamati perilaku politik warga Sidoarjo dan semua fenomena-fenomenanya. Lucu juga,” katanya lagi. Selain rajin mengobservasi, warga Kecamatan Candi itu juga hobi membaca untuk menambah referensinya tentang pola perilaku manusia. Bukan saja masyarakat nusantara namun juga para insan di mancanegara. “Ini ada yang bagus. Saya baru beli kemarin. Coba baca ini,” tuturnya sambil menunjukkan sebuah buku karya seorang penulis dan fotografer Indonesia tentang kisah perjalanannya di beberapa negara yang ada di Asia Tengah.(parmaskpusda)